Postingan

Aliran-aliran dalam filsafat Idealisme

                                              1. Idealisme Obyektif     Idealisme obyektif adalah suatu aliran filsafat yang pandangannya idealis, dan idealismenya itu bertitik tolak dari ide universil (Absolute Idea- Hegel / LOGOS-nya Plato) ide diluar ide manusia. Menurut idealisme obyektif segala sesuatu baik dalam alam atau masyarakat adalah hasil dari ciptaan ide universil.  Pandangan filsafat seperti ini pada dasarnya mengakui sesuatu yang bukan materiil, yang ada secara abadi diluar manusia, sesuatu yang bukan materiil itu ada sebelum dunia alam semesta ini ada, termasuk manusia dan segala pikiran dan perasaannya. Dalam bentuknya yang amat primitif pandangan ini menyatakan bentuknya dalam penyembahan terhadap pohon, batu dsb-nya.  Akan tetapi sebagai suatu system filsafat, pandangan dunia ini pertama-tama kali disistimatiskan oleh...

Pentingnya berfilsafat dan cara belajar filsafat

Berfilsafat itu penting, dengan berfilsafat orang akan mempunyai pedoman untuk bersikap dan bertindak secara sadar dalam menghadapi gejala-gejala yang timbul dalam alam dan masyarakat, sehingga tidak mudah tejebak dalam timbul-tenggelamnya gejala-gejala yang terjadi. Untuk belajar berfilsafat orang harus mempelajari filsafat. Cara belajar filsafat adalah menangkap pengertiannya secara ilmu lalu memadukan ajaran dan pengertiannya dalam praktek. Kemudian pengalaman dari praktek diambil dan disimpulkan kembali secara ilmu. Sumber: Syafiie, Inu Kencana. 2010.  Pengantar Filsafat.  Bandung: Refika Aditama

EPISTEMOLOGI CARA MENDAPATKAN PENGETAHUAN YANG BENAR

A. Jarum sejarah pengetahuan Dengan perkembangan abad penalaran maka konsep dasar berubah dari kesamaan kepada pembedaan. Mulailah terdapat pembedaan yang jelas antara berbagai pengetahuan, yang mengakibatkan timbulnya spesialisasi pekerjaan dan konsekuensinya mengubah struktur kemasyarakatan. Pohon pengetahuan mulai dibeda-bedakan paling tidak berdasarkan apa yang diketahui, bagaimana cara mengetahui dan untuk apa pengetahuan itu di pergunakan.   Salah satu  cabang pengetahuan itu yang berkembang menurut jalannya sendiri adalah ilmu yang berbeda dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya terutama dalam segi metodenya. Metode keilmuan adalah jelas sangat berbeda dengan ngelmu yang merupakan paradigma dari abad pertengahan. Demikian juga ilmu dapat dibedakan dari apa yang telaahnya serta untuk apa ilmu itu dipergunakan. Makin ciutnya kapling masing-masing disiplin keilmuan itu bukan tidak menimbulkan masalah, sebab dalam kehidupan nyata seperti pembangunan pemukiman manusia,...

Apa itu filsafat

FILSAFAT                                              Filsafat / filosofi berasal dari kata Yunani yaitu philos (suka) dan sophia (kebijaksanaan), yang diturunkan dari kata kerja filosoftein, yang berarti : mencintai kebijaksanaan, tetapi arti kata ini belum menampakkan arti filsafat sendiri karena “mencintai” masih dapat dilakukan secara pasif. Pada hal dalam pengertian filosoftein terkandung sifat yang aktif. Filsafat adalah pandangan tentang dunia dan alam yang dinyatakan secara teori. Filsafat adalah suatu ilmu atau metode berfikir untuk memecahkan gejala-gejala alam dan masyarakat. Namun filsafat bukanlah suatu dogma atau suatu kepercayaan yang membuta. Filsafat mempersoalkan soal-soal: etika/moral, estetika/seni, sosial dan politik, epistemology/tentang asal pengetahuan, ontology/tentang manusia, dll. Ketika kita memasuki alam ...

[INDEX] Daftar Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan

Nama :  AISYAH HUNAIFIYAH Kelas  : 3C Nim    :2227150106 1.  Sertifikat Seminar Nasional dan Bedah Buku dengan Tema “Struktur Fundamental Pedagogik Kritis Paulo Freire” 2.  Apa itu filsafat 3.  Pentingnya Berfilsafat dan Cara Belajar Filsafat 4.  Aliran FIlsafat Dalam Pendidikan 5.  Aliran-aliran Dalam Filsafat Idealisme 6.  Aliran-aliran Dalam Materialisme 7.  Epitemologi cara mendapatkan pengetahuan yang benar 8.  Pendidikan dan Pengajaran di SD 9.  Tokoh-tokoh Filsafat Islam 10. Cabang-cabang Ilmu Filsafat 11. Manfaat Mempelajari Filsafat 12. Pengantar Filsafat 13. Pemikiran Tokoh-Tokoh Islam 14. Kedudukan Filsafat Manusia Dalam Kehidupan Manusia 15. Siapakah Manusia? 16. Aliran Filsafat 17. Kritisisme 18. Riwayat Hidup Immanuel Kant 19. Macam-macam Kritik Menurut Immanuel Kant 20. Objek Kajian Filsafat Ilmu 21. Akal dan hati Pada Zaman Yunani Kuno 22. Belajar Respondent 23.. Bentuk Bela...

Belajar Respondent

A.     Clasical Conditioning menurut Ivan Pavlov 1.       Sejarah conditioning Responden atau Kondisioning Klasik (Davidoff, 1988) Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936), seorang ahli fisiologi terkemuka dari Rusia, dipandang sebagai penemu proses kondisioning responden. Sebagai akibatnya, maka prosedur ini sering disebut sebagai kondisioning Pavlov. Sudah dapat dipastikan dialah sebagai peraih hadiah nobel ketika dia mulai dengan penelitiannya dalam hal kondisioning. Dalam serangkaian penelitiannya mengenai pengeluaran cairan-cairan pencernaan pada anjing, dia mencatat bahwa hewan-hewan dapat mengeluarkan air liur yang tidak hanya disebabkan oleh makanan saja. Misalnya hewan itu dapat berliur ketika melihat si pemberi makan. Keluarnya air liur ini, yang semula merupakan hal yang mengganggu, justru kemudian memancing keinginan Pavlov untuk lebih banyak meneliti hal ini. Kemudian dia bersama teman-temannya merancang suatu situasi tertentu sed...

bentuk belajar (operant)

Belajar sebagai akibat penguatan merupakan bentuk belajar lain yang banyak diterapkan dalam teknologi modifikasi perilaku. Bentuk belajar ini disebut terkondisi operant sebab perilaku yang di inginkan timbul secara spontan, tanpa dikeluarkan secara naluriah oleh stimulus apa pun, saat oeganisme “beroperasi” terhadap lingkungan. Berbeda dengan belajar responden, perilaku operant tidak memiliki stimulus fisiologis yang dikenal. Perilaku operant tidak “dikeluarkan”, tetapi “dipancarkan”, dan konsekuensi atas perilaku itu bagi organisme merupakan variabel yang penting dalam belajar operant. Perilaku akan diperkuat bila akibatnya berupa suatu yang terkuatkan. Perilaku yang mengalami penguatan mempunyai kecenderungan untuk meningkat dalam hal frekuensi, besarnya, atau probabilitas terjadinya. Karena peristiwa yang mengalami penguatan dapat menghasilkan efek yang begitu penting, kita perlu bertanya, apakah penguat itu? Penguat ialah setiap stimulus yang meningkatkan kekuatan suatu peril...